Premi panen sawit: menghitungnya dengan adil dan transparan
Basis, janjang di atas basis, dan tarif — dihitung per hari, dijumlah sebulan. Cara menghitung yang bisa dicek sendiri oleh pemanen, dengan contoh angka.

Basis dan premi
Di banyak kebun, pemanen punya basis — jumlah janjang minimal yang menjadi target sehari kerja. Basis biasanya berbeda per blok, mengikuti tahun tanam dan berat janjang rata-rata (BJR). Janjang yang dipanen di atas basis dibayar premi dengan tarif per janjang yang ditetapkan perusahaan.
Premi adalah bagian gaji yang paling sering dipertanyakan, karena angkanya berubah setiap hari dan datanya dicatat di lapangan. Rumus yang jelas — dan data yang bisa dilihat pemanen — mencegah sebagian besar sengketa.
Rumus dasar
Premi dihitung per hari, lalu dijumlah sebulan:
Premi bulanan = Σ setiap hari panen: maks(0, janjang hari itu − basis blok hari itu) × tarif
Hari ketika janjang di bawah basis tidak menghasilkan premi, tetapi juga tidak mengurangi premi hari lain. Contoh dengan basis 80 janjang dan tarif Rp500 per janjang:
| Hari | Janjang | Di atas basis | Premi (Rp) |
|---|---|---|---|
| Senin | 95 | 15 | 7.500 |
| Selasa | 72 | 0 | 0 |
| Rabu | 104 | 24 | 12.000 |
| Kamis | 88 | 8 | 4.000 |
Dalam sebulan, angka di atas basis dijumlahkan. Di slip gaji contoh AgroTrack, misalnya: 1.461 janjang di atas basis × Rp500 = Rp730.500.
Variasi yang umum
Setiap perusahaan punya kebijakannya sendiri. Variasi yang sering kami temui:
- Tarif berjenjang: tarif per janjang naik setelah melewati jumlah tertentu di atas basis.
- Premi brondolan, dihitung per kilogram.
- Basis dan tarif berbeda untuk hari libur atau blok dengan medan sulit.
- Potongan untuk buah mentah, buah busuk, atau tangkai yang terlalu panjang.
Apa pun kebijakannya, tuliskan rumusnya dan pastikan rumus yang sama dipakai di lapangan, di kantor, dan di slip gaji.
Kenapa premi sering jadi sengketa
Data panen biasanya dicatat kerani di buku, direkap manual di akhir bulan, lalu dihitung ulang di kantor. Setiap tahap membuka peluang salah tulis atau salah hitung — dan pemanen baru tahu angkanya saat menerima gaji, ketika sudah terlambat untuk mengecek.
Transparan untuk pemanen dan kantor
Di AgroTrack, data panen per pemanen, per blok, dan per afdeling dicatat harian. Premi dihitung otomatis dengan rumus di atas, dan pemanen melihat janjang, ton TBS, serta premi sementara bulan berjalan langsung di HP. Di slip gaji, baris premi menyebut jumlah janjang di atas basis dan tarifnya — angka yang bisa dicek siapa saja.
Untuk pekerja harian (BHL), upah harian dihitung dari hari kerja yang tercatat di absensi, dan premi panen ditambahkan dengan cara yang sama.

